Am i normal ?



Haiii...

Makin lama blog ini makin sepi --'
Sebenernya aku berita yang satu ini udah kadaluarsa banget.. udah gak greget.
Tapi yahh biar blog ini rame aja --

Jadi.. mengklarifikasi tentang posting ku yang judulnya 'How to be a normal'
Karena ternyata SMA ini.. ada beberapa anak yang telah sukses melampaui garis batas normal
Yah, dan anda harus mengerti 'normal' seperti apa yang saya maksud.
Karena dalam kamus kami.

NORMAL : taken

Dan yah.. walaupun nggak semua anak yang saya klasifikasikan pada golongan normal sedang taken,
Sehingga muncullah teori

"Normal secara istilah berarti suatu keadaan dimana individu mengalami suatu fenomena bernama taken dalam lingkup keruangan maupun kewilayahan, saat ini atau yang sudah lampau."

Dan berdasarkan pengertian atau teori tersebut, maka akhirnya dapat dibedakan bagaimana anak normal dan tidak normal

Beberapa dari kami bertahan di posisi abnormal
Oke, kata 'bertahan' mungkin harus diganti dengan kata 'masih'
Dan beberapa yang lain berada di negara bagian 'normal'
Dan seperti yang telah saya katakan dimana adanya anggota yang tengah melakukan transmigrasi dari distrik 'abnormal' menyebrangi garis batas menuju distrik 'normal'

Nadhira dan arum pastinya berada didistrik normal lebih lama dari yang laen.

Serius

Walaupun kita selalu mengklaim diri sendiri sebagai anak yang nggak normal alias abnormal dengan semboyan
"Proud being abnormal"


Tapi dua anggota kita yang unyu-unyu ini pada dasarnya udah normal dari sononya.
Sebenernya arum bisa aja being taken dari dulu kalo dia mau, dan kalo dia gak bikin janji setan ama kita-kita tentang gak bakalan pacaran sampe kelas 2 SMA - dan dia beneran gak pacaran sampek sekarang - tapi janji tetaplah janji yang harus ditepati!!
*Kasian dikau nak.. pukpuk arum
Dan perubahan yang paling tidak mengejutkan adalah bagaimana 2 orang panutan keabnormalan kita sudah tidak dapat lagi mempertahankan posisinya dan akhirnya banting setir menjadi orang normal.
Teteh dan dinda

Iye, mereka berdua taken.

Ngomong-ngomong saya menyisipkan kata 'tidak' diantara kata 'paling' dan 'mengejutkan' bykan tanpa alasan.
Karena memang pada faktanya nggak ada yang terkejut sama hal itu.
Jauh sebelum kita SMA aku emang udah memprediksikan kalo temen-temenku yang bagus rupane ini pasti 
bakalan taken di SMA.
Dan tadaaa everything happens -walaupun ternyata prediksiku meleset tentang yayak ama lele-
Well semua itu emang udah ketebak kok.
Maksudku, we're not born as abnormal. We just enjoy to being abnormal.
Dan sepertinya typo kembali terjadi dengan diharuskannya kata 'we' diubah menjadi 'they'
Karena plis. Pertanyaan paling besar dikepalaku setelah melihat temenku taken tapi aku nyate aja adalah

Am i normal?

Oke, ini pertanyaan serius
karena setelah melihat lebih lanjut kehidupanku, aku mulai meragukan adanya secercah sinar harapan untukku buat menjadi normal.

Kembali lagi pada sentence kalo aku bukan penyuka sesama jenis.
What the hell, cowok masih jauh lebih menarik ketimbang apapun.
Cuman, dalam waktu dekat ini beberapa pertanyaan berkecamuk di kepalaku. #azaaa

Apakah normal ketika kamu ngeliat temenmu jadian dan kamu malah mintak pj bukannya kiat dapet cowok supaya kamu ikutan taken?
Apakah normal ketika kamu tahu kalo temenmu jadian tapi kamu malah teriak-teriak di depan kopsis kayak orang gila,dan akhirnya ngebikin ilfeel cowok-cowok dan bukannya caper biar cepet taken?
Apakah normal ketika-

Stop

Sepertinya saya sudah dapat menyimpulkan bahwa peluang normal bagisaya dewasa ini sekitar 0,00001%

Hiks

But you know what?
Sometimes become normal is not the only way to bring the happines

Dan kata-kata mutiara akan muncul kembali. Mohon siapkan kantong muntah anda
Mrnjawab pertanyaan tentang apakah aku normal ataukah tidak.
Maka kembali lagi ke quotes

"you are normal as long as you want, as long as you being yourself"

karna normal bagi setiap orang berbeda-beda
karna normal bukanlah segalanya
karna normal cuman sebuah kata
karna normal udah mainstream

hellooo~ 2013 dan loh masik ikut yang mainstream ajah??

i am an abnormal, i admit it, i proud of it
yeah just because there is no chance to be normal for me



dan alasan paling kuat dari mengapa aku memilih menjadi abnormal semala ini adalah
#apa? yaiyalah, lo pikir jadi abnormal itu nasib? itu pilihan bung!
bagaimana setelah penelitian lebih lanjut ternyata, revolusi mendadak dari abnormal menjadi normal yang tidak disertai dengan pengawasan intensif dan daya tahan tubuh yang kuat, dapat mengakibatkan adanya mutasi gen pada otak. yang berdampak apada pembentukan karakter yang salah

disebut penyakit bedingfieldnasi

dan sebagaimana yang telah saya konfirmasi..
dinda
salah satu teman terbaik saya, terjangkit penyakit berbahaya ini
pray for dinda #GWS~

let's hope that teteh can't survive~

and....
there is something you must notice, that WE ARE ABNORMAL 
not weirdo or idiots
hell, those are three different words with three different meaning!!!
ecspecially for idiots

 idiots mean geniusses 
and i don't think that we reached that level yet

yeah, lagipula siapa yang khawatir dia normal ato nggak kalo dia punyak bestfren kayak gini?


okay, that's kinda embarassing..

sudan 
PAIPAI~

Komentar

Postingan Populer